Menu:

Nice in Batam 08/31/2008
 

Batam is one of the 3,000 islands, which make up the Riau Archipelago and is closest to Singapore, which is only 20 km away or twenty minutes by air-conditioned ferry. It has a rapid-growing population of around 100.000. As the island develops into a major industrial and tourist area, it attracts an ever-increasing population from other Indonesian islands who see Batam as a haven of opportunity. Once almost uninhabited, save for a few scattered fishing communities, Batam's history took a sharp turn beginning 1969, when it became support base for the State-owned 'Pertamina oil company' and its offshore oil exploration. In 1971 a presidential decree designated it as an industrial area and in 1975 the Batam Authority was formed. In 1978 Batam was established as a bonded area. In addition to the oil support industries of Batu Ampar and a fast growing electronics industry, Batam now attracts increasing numbers of tourists. Many come from Singapore for a short holiday with friends and family, duty-free shopping and great seafood. The visitors to Singapore hope over for a day or weekend trip.


 
 

Senin, 1 September 2008 | 08:19 WIB DENPASAR, SENIN - Untuk menghidupkan lagi pariwisata kota yang semakin meredup, Pemerintah Kota Denpasar mengoperasikan bus antar-jemput gratis dari kawasan Sanur ke sejumlah obyek wisata di Denpasar. Agen pariwisata dilibatkan dalam program tersebut.Uji coba pengoperasian bus antar-jemput itu sudah dilakukan awal Agustus lalu bersamaan dengan digelarnya festival pariwisata Sanur, Sanur Village Festival 2008. Namun, program itu kurang sosialisasi sehingga belum direspons wisatawan yang tengah berlibur di kawasan Sanur.

”Namun, dari sejumlah wisatawan yang sempat ikut menikmati fasilitas ini, mereka mengaku puas. Kami sudah jajaki dengan pengelola obyek wisata yang ada di Kota Denpasar, seperti Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Museum Bali, dan Taman Budaya. Mereka menyambut dengan sangat antusias program ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Putu Budiasa di Denpasar, Sabtu (30/8).

Secara teknis, operasional bus antar-jemput bergerak dari kawasan wisata Sanur menuju pusat kota. Setiap tempat yang telah ditentukan bus akan berhenti selama lima menit untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Jalur yang dirancang antara lain Banjar Semawang, Sanur, dengan menyusuri rute sejumlah hotel di Sanur, seperti Bali Hyatt, Hotel Griya Santrian, Restaurant Pergola, Grand Bali Beach, menuju Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Matahari Department Store, Puputan Badung, Taman Budaya, dan kembali ke Sanur.

Budiasa mengakui, pariwisata Kota Denpasar dalam beberapa tahun ini ”kalah” dengan wisata pantai di Kuta dan Nusa Dua, Badung, serta Ubud, Gianyar. Padahal, dari sisi aset, Kota Denpasar tak kalah dari dua kabupaten itu maupun kabupaten lain di Bali.

”Program ini diharapkan dapat menjadi semacam revitalisasi pariwisata Denpasar,” ujar Budiasa.

”Kegiatan Asian Beach Games Oktober mendatang menjadi salah satu momentum sosialisasi program ini. Kami akan mendayagunakan agen-agen perjalanan wisata di Denpasar,” kata Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar Erwin Suryadharma menambahkan.