Menu:

 

thanks: http://osukses.blogspot.com/

Mengedepankan kecerdasan emosi kita dalam bisnis
itu adaIah hal yang mutlak.



Anda mulai panas? Anda pikir Anda sudah mempunyai apa yang diperlukan untuk menjadi seorang wiraswastawan? Anda sudah baca semua kisah sukses tentang orang lain dan itu membuat anda ”kepanasan”? Benar, pembaca, kalau itu terjadi, tiba saatnya untuk menjadi boss bagi diri Anda sendiri. Tapi, apakah Anda sudah siap meninggalkan pekerjaan yang bagus dan nyaman dengan gaji bulanan, kantor modern, sekretaris yang efisien, dan perasaan aman yang datang pada saat anda bekerja untuk sebuah organisasi yang mapan?
Seorang teman yang telah bertahun-tahun bekerja pada perusahaan penerbangan nasional terbesar, dengan ribuan staf, gaji jutaan, fasilitas lengkap, tiba-tiba saja memutuskan keluar dan berwirausaha. Kata-kata yang pertama diterimanya adalah,
”Apakah kamu gila?”, ….”Kamu menghancurkan sebuah karir yang menjanjikan”…..dan caci maki lainnya. Belum lagi perasaan anak-istri, orangtua dan saudara lainnya yang tidak bisa berucap...
Diperlukan keberanian besar untuk menulis surat pengunduran diri. Masih yakinkah Anda mempunyai segala sesuatu yang akan mengantarkan Anda menjadi seorang wiraswastawan sukses? Lalu apa yang akan Anda kerjakan? Peraturan pertama kewirausahaan, latihlah diri Anda untuk melihat kekosongan atau celah di pasar, lalu mengisinya.
Lihatlah sekeliling Anda. Lihatlah orang di jalanan, mereka yang duduk di belakang mesin jahit, pelayanan apa yang akan dia berikan? Lihatlah wanita perempuan penjual sate ayam di dekat penginapan murah itu, mengapa ia pilih lokasi itu? Bagaimana dengan hotel baru di jalan utama itu, mengapa bisa begitu sukses? Bagaimana dengan orang yang bekerja di bagian komputer itu bisa sangat sukses dalam bisnis program perangkat lunaknya sendiri?
Ada satu jawaban singkat untuk semua pertanyaan ini: bisnis ini eksis karena ada yang membutuhkan mereka. Tidak peduli apakah Anda berusaha dengan paha ayam, rumah makan bagus atau website. Atau, apakah anda berbicara tentang putaran harian Rp100.000 atau Rp.100.000.000. Dari mulai Tanah Abang – Jakarta Pusat, Glodok – Jakarta Pusat, bahkan daerah Sawangan, Depok Privinsi jawa Barat, prinsipnya sama:
� Keberhasilan dalam bisnis
� Bekerja dengan prinsip
� Menemukan sebuah kekosongan
� Dan mengisinya!

Ketika dunia laki-laki digemparkan dengan ditemukannya pil biru Viagra yang sebenarnya adalah obat pemacu jantung, tapi kemudian jadi pemacu organ kejantanan pria, beberapa tahun lalu serentak seluruh dunia mempublikasikannya (ingat, Viagra tidak pernah beriklan di media manapun). Hasilnya, Viagra menjadi product of the year dan menghasilkan miliaran dollar bagi penemunya.
Kasus Viagra di dunia, rupanya memberikan inspirasi bagi Simon Jonathan. Setelah sebelumnya sukses melahirkan Extra Joss, yang menghasilkan ratusan miliar, kemudian muncullah Irex yang kurang lebih sama fungsinya dengan Viagra. Dengan tag line ”Kado Ulang Tahun Mama”, dan dikemas dengan iklan yang diperankan oleh laki-laki kurus kering dan loyo, tiba-tiba menjadi perkasa setelah meminum Irex, hasilnya, produk ini meledak di pasaran. Ya, mereka jeli melihat peluang, kekosongan dan mengisinya.
Lalu mengapa bukan Anda yang melakukan ini? Jika Anda yang pertama menawarkan kepada publik sesuatu yang dibutuhkan publik dan tidak didapatkan dari orang lain, atau jika Anda berhasil mengantisipasi sebuah kebutuhan di masa depan, Anda memiliki sebuah kesempatan bagus untuk menjadi kaya. Sampai saat adanya kompetisi, Anda akan memiliki semua pasar itu sendirian.
Sejarah memberikan banyak contoh wiraswastawan yang menjadi sukses dengan memenuhi atau mengantisipasi kebutuhan akan produk baru. Isaac Merit Singer memproduksi mesin jahit yang cocok untuk bekerja di ruang terbatas, bahkan di dalam kamar sekalipun. Henry Ford memakai metode jalur perakitan untuk memproduksi mobil yang bisa dibeli orang biasa. George Eastman melihat kebutuhan akan kamera kecil yang bisa dibawa-bawa. Ray Krock dari Mc Donald melihat potensi usaha waralaba makanan cepat saji.
Darimana datangnya gagasan-gagasan seperti itu? Ada tiga macam sumber gagasan.
Pertama, pekerjaan Anda. Pekerjaan yang sudah Anda kerjakan bisa menjadi sebuah potensi sumber gagasan, Karena disitulah naluri bisnis Anda sudah dikembangkan.
Kedua, hobi atau minat Anda di luar pekerjaan, karena itu adalah sebuah wilayah lain dimana Anda memiliki suatu perasaan alamiah.
Sumber ketiga, adalah apa yang sering disebut orang sebagai ”observasi pejalan kaki”, atau mengenali sebuah peluang melalui suatu perjumpaan biasa, atau suatu insiden dalam kehidupan sehari-hari Anda.
Kalau Anda yang pertama, maka Anda tidak harus brilian. Nanti Anda akan memiliki waktu untuk mengembangkan dan memperbaiki segala sesuatu yang pemah Anda lakukan. Tapi ketika yang lain mulai berkompetisi dengan Anda, maka Anda harus menjadi yang terbaik.


 
 

JAKARTA--MI: Momen kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg dinilai salah karena berbarengan dengan menjelang bulan puasa serta hari raya sehingga inflasi pada Agustus berpotensi melebihi inflasi bulan sebelumnya dan mengancam target inflasi keseluruhan tahun, 11-12 persen.

"Kalau kenaikan secara gradualnya memang pengaruhnya tidak besar, tetapi itu kan teorinya karena multiplier effect-nya yang tidak dapat dipastikan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Jakarta, Rabu (27/8).

Apalagi, tambahnya, sebelum kenaikan dipastikan harga sudah liar sehingga harga patokan dari Pertamina menjadi tidak jelas di pasaran, terutama di wilayah luar Jawa.

BPS mencatat inflasi bulanan pada Juli sebesar 1,37 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (Januari-Juli) tercatat sebesar 8,85 persen dan inflasi year on year 11,9 persen.

Dia mengingatkan, bobot elpiji bersama minyak tanah sebagai bahan bakar konsumsi rumah tangga dalam perhitungan baki inflasi adalah sebesar 2,15 persen, belum lagi efek jangka panjangnya yang dipastikan terjadi pada industri makanan jadi.

"Kalau bobot makanan jadi bersama minuman dan rokok adalah 10,5 persen," katanya. Ditambahkan Rusman, jika Pertamina ingin kembali menaikkan harga elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg, maka hendaknya jangan dilakukan pada dua bulan mendatang, yaitu September dan Oktober, mengingat ekspektasi inflasi yang sangat tinggi pada dua bulan tersebut.

"Mungkin bisa ditunda dulu, jika ingin menaikkan harga elpiji setiap bulannya," tambahnya.

Kekhawatiran terbesar BPS, ujar Rusman, adalah kenaikan tersebut akan membuyarkan kebijakan pengalihan minyak tanah ke elpiji yang saat ini tengah digencarkan pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM.

"Konsumen yang biasa menggunakan elpiji 12 kg akan mengalihkan sumber bahan bakarnya pada elpiji 3 kg yang disubsidi pemerintah. Nantinya ini akan menimbulkan kelangkaan baru yaitu tabung elpiji 3 kg," katanya.

Jika itu yang terjadi, tambah Rusman, Pertamina dipastikan tidak akan memperoleh tambahan penerimaan dari kenaikan harga elpiji tersebut. "Masyarakat miskin juga akan semakin sulit, terutama yang di Jawa, karena pasokan minyak tanah sudah sangat dikurangi," jelasnya.

Pada Senin kemarin (25/8), PT Pertamina menaikkan harga elpiji kemasan 12 kilogram dan 50 kilogram. Elpiji 12 kilogram naik dari Rp 63.000 per tabung menjadi Rp69.000 per tabung, sedangkan elpiji 50 kilogram dari Rp343.900 per tabung menjadi Rp362.750 per tabung.

Padahal sebelumnya, harga elpiji kemasan 12 kilogram telah naik dari Rp 4.250 per kilogram menjadi Rp 5.250 per kilogram pada 1 Juli 2008. Sedangkan elpiji 3 kg yang disubsidi pemerintah hanya dijual Rp15.000 per tabung.

Hal senada juga diamini oleh pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economy and Finance (Indef) M. Fadhil Hasan yang memperkirakan laju inflasi bulan Agustus berpotensi melonjak lebih tinggi dibanding inflasi bulan sebelumnya, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar elpiji menjelang bulan puasa

"Inflasi Agustus, karena bertepatan menjelang puasa, ditambah lagi kemarin baru dinaikan harga elpiji. Maka saya kira, semuanya bakal berpengaruh pada laju inflasi bulan Agustus yang bisa lebih tinggi dari sebelumnya," ujar Fadhil.

Menurut Fadhil, kenaikan laju inflasi menjelang bulan puasa merupakan kenaikan yang bersifat rutin. Sebab pada bulan tersebut diperkirakan terjadi lonjakan permintaan (demand), melebihi rata-rata bulan lain.

"Jadi, dengan melihat rutinitas kenaikannya (inflasi, red), kenaikan harga elpiji tidak dalam momen yang tepat," paparnya. (Ant/OL-2)


This is your new blog post. Click here and start typing, or drag in elements from the top bar.

 
 

Kamis, 31 Juli 2008 | 10:31 WIB Laporan Wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, KAMIS - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengajak usaha kecil dan menengah (UKM) untuk bersama-sama menciptakan dan memperkuat merek-merek Indonesia sendiri daripada memperbesar merek-merek asing. Bahkan, Wapres juga mengajak UKM untuk suatu saat mencibirkan mereka yang masih menggunakan merek-merek asing di Indonesia.

Hal itu disampaikan Wapres Kalla, Kamis (31/7) pagi, di acara pembukaan pameran SME'sCO Keenam atau kerajinan UKM di Jakata Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta. Pembukaan acara itu dihadiri oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, serta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. "Mari kita membuat branding Indonesia. Kalau dulu kita memakai merek-merek asing, marilah kita mulai menggunakan merek-merek buatan sendiri. Karena dengan begitu, ada kebanggaan bagi kita dan UKM kita," tandas Wapres Kalla.

Menurut Wapres Kalla, "Suatu saat jika masyarakat Indonesia sudah membiasakan dan mencintai merek-mereknya sendiri, masyarakat Indonesia bisa mencibir merek yang masih menggunakan merek-merek asing." China, ujar Wapres, bisa menjadi negara maju karena mencintai produknya sendiri dan yang lebih penting lagi, masyarakatnya mengembangkan dan memajukan produknya sendiri. "Seperti negara-negara maju lainnya, mereka maju karena membesarkan produk-produknya sendiri di dalam negeri dan baru dikembangkan ke luar negeri," tuturnya.

Wapres mengatakan, sebagai bukti pemerintah mengembangkan dan memajukan UKM melalui upaya pemerintah menggelar berbagai acara yang terkait dengan pengembangan UKM. "Kalau Senin lalu Presiden Yudhoyono di Bali membuka Konferensi Regional Kredit Mikro Asia dan Pasific, hari ini saya membuka festival SME'sCO," papar Wapres Kalla, yang meminta Suryadharma Ali segera mengganti istilah bahasa asing untuk UKM tersebut. "Lucu, kalau mau mengembangkan UKM, akan tetapi dengan bahasa asing," tandas Wapres.


 
 

Kamis, 31 Juli 2008 | 09:41 WIB JAKARTA, KAMIS - Industri asuransi berupaya keras untuk meningkatkan modalnya agar mampu bertahan. Kecukupan modal adalah salah satu syarat dalam peraturan mengenai perusahaan asuransi. Maka, kalau gagal, perusahaan bersangkutan harus tutup atau merger atau menggandeng mitra strategis."Dari 88 perusahaan asuransi umum ada 36 perusahaan yang memiliki modal sendiri kurang dari Rp40 miliar pada 2007. Termasuk, satu perusahaan yang modalnya negatif. Karena itu perusahaan asuransi yang modalnya kurang dari modal minimal (Rp 40 miliar) harus berupaya keras menutupinya pada akhir 2008," kata CEO PT Media Asuransi Indonesia, Eddy KA Berutu di Jakarta, Kamis (31/7), sebagaimana dikutip dari Antara.     Menurutnya dari 36 perusahaan tersebut, 20 di antaranya memiliki modal kurang dari Rp30 miliar, sehingga harus bekerja ekstra keras untuk dapat memenuhi modal minimal Rp40 miliar. Jika itu terpenuhi semuanya harus kerja lebih keras lagi untuk dapat memenuhi modal minimal Rp70 miliar pada akhir 2009.     Sementara itu, dari 43 perusahaan asuransi jiwa, 11 di antaranya memiliki modal kurang dari Rp40 miliar, termasuk satu perusahaan yang modalnya negatif. Dari 11 perusahaan tersebut hanya dua perusahaan yang modalnya Rp20 miliar, sedangkan sembilan perusahaan sisanya modalnya kurang dari Rp6 miliar.     Eddy mengatakan bagi pemilik saham perusahaan asuransi yang modalnya masih kurang dan tidak mampu lagi menambah modalnya, ada tiga opsi untuk dapat bertahan. Pertama dengan menyuntikkan modal, menjual kepada pihak lain atau merger, atau mencari investor strategis yang dapat menyelamatkan perusahaan bersangkutan.