Menu:

 
 
 

Puasa kali ini, ku titik beratkan pada “ Perubahan “ karena memang itulah makna sesungguhnya dari Puasa. Sesekali kita tanyakan pada orang lain or your self.. bagaimana kita tahun lalu dan tahun ini…. Ada perubahan atau statis saja….

Dari hari pertama hingga saat ini…. Alhamdullillah belum bolong puasa ma tarawihnya…. (Somboooong.......!!!!!)

 

Tak banyak orang menegerti arti penting dari sebuah silaturrahmi, padahal Islam sampai ke Indonesia berkat silaturrahmi. Bisa kita bayangkan jika para syekh atau semacamnya tidak mengunjungi Indonesia. Apa yang terjadi dengan kita semua kaum muslimin…. Mungkin kita akan memeluk selainnya….

Di tahun ini silaturrahmi ku representasikan dengan babarapa target:

1. Safari Tarawaih alias keliling mesjid-mesjid. Insya Allah
2. Mengunjungi semua kerabat, Tetangga, Teman, dan para Guru ku        semua.... Amin Insya Allah
3. tercapai no. 1 dan 2


 
 

Puasa kali ini, ku titik beratkan pada “ Perubahan “ karena memang itulah makna sesungguhnya dari Puasa. Sesekali kita tanyakan pada orang lain or your self.. bagaimana kita tahun lalu dan tahun ini…. Ada perubahan atau statis saja….

Dari hari pertama hingga saat ini…. Alhamdullillah belum bolong puasa ma tarawihnya…. (Somboooong.......!!!!!)

 

Tak banyak orang menegerti arti penting dari sebuah silaturrahmi, padahal Islam sampai ke Indonesia berkat silaturrahmi. Bisa kita bayangkan jika para syekh atau semacamnya tidak mengunjungi Indonesia. Apa yang terjadi dengan kita semua kaum muslimin…. Mungkin kita akan memeluk selainnya….

Di tahun ini silaturrahmi ku representasikan dengan babarapa target:

1. Safari Tarawaih alias keliling mesjid-mesjid. Insya Allah
2. Mengunjungi semua kerabat, Tetangga, Teman, dan para Guru ku semua.... Amin Insya Allah
tercapai no. 1 dan 2
3


This is your new blog post. Click here and start typing, or drag in elements from the top bar.

 
 

tausyiah275.blogsome.com

Rekan-rekan, seperti janjiku, insya ALLOH aku akan menurunkan artikel mengenai cara Rasululloh SAW berpuasa di bulan Ramadhan. Artikel ini akan muncul dalam 6 bagian, agar ringkas sehingga mudah dibaca dan dicerna serta tidak sulit untuk diterapkan.

Silakan sebarkan artikel ini, insya ALLOH kita akan menuai kebajikan dari tiap amalan yg dilakukan

Artikel ini ringkasan dari kitab Sifat Saum Nabi fi Ramadhan
Karya Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim Alhilai

1. Keutamaan Puasa
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al Ahzab : 35)

a. Puasa adalah perisai
Puasa adalah perisai, dengannya seorang hamba terjaga dari api neraka (hadits shahih riwayat Ahmad)

b. Puasa memasukkan ke surga
Dari Abu Umamah, ia berkata, aku bertanya Wahai Rasulullah tunjukkan kepadaku suatu amal yang memasukkanku ke surga, Nabi bersabda : Hendaknya engkau berpuasa, tiada yang menyamainya. (Hadits riwayat Nasai, ibnu Hibban, dan Hakim dan sanadnya shahih)

c. Orang yang berpuasa mendapatkan pahala tanpa hisab
d. Bagi orang yan berpuasa ada dua kegembiraan
e. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari bau kasturi

Dalil-dalil (c) , (d), (e) :

Dari Abu Hurairah ia berkata : Rasulullah bersabda : Setiap amal manusia terdapat pahala yang terbatas kecuali puasa, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku (Allah) yang membalasnya, dan puasa adalah perisai. Dan pada hari puasa janganlah kalian mengatakan atau melakukan perbuatan keji dan janganlah membuat gaduh, jika salah seorang kalian mencelanya atau membunuhnya maka hendaklah mengatakan : Sesungguhnya aku sedang berpuasa , demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditangannya benar-benar bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari bau kasturi, bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang ia gembira dengan keduanya : jika berbuka ia gembira, dan jika bertemu Allah dengan puasanya ia gembira. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan dalam riwayat Bukhari :
Ia tinggalkan makanan dan minumannya serta syahwatnya lantaran-Ku, puasa adalah untukku, dan Aku yang akan membalasnya, dan kebaikan itu adalah sepuluh kali lipat semisalnya”.

Dan dalam riwayat Muslim :
Setiap amal manusia dilipatgandakan kebaikannya sepuluh kali lipat semisalnya hingga tujuh ratus kali lipat, Allah berfirman : kecuali puasa sesungguhnya puasa aku yang membalasnya, ia tinggalkan syahwat dan makanannya hanyalah lantaran AKU. Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka puasa, dan kegembiraan ketika bertemu dengan Rabbnya, dan bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari bau kasturi.

f. Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafaat orang yang mengamalkannya
Rasulullah bersabda :
Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat, berkata puasa : Ya Allah, Engkau telah mencegah orang yang berpuasa dari makanan dan syahwat, maka berikanlah syafaatku padanya, dan berkata Al Qur’an : (Ya Allah) Engkau mencegahnya dari tidur pada malam hari, maka berikanlah syafaatku padanya, Allah berfirman :Keduanya akan diberi syafaat.
(Hadits riwayat Ahmad dan Hakim).

g. Puasa adalah kaffaarah (penghapus dosa)
Dari Hudzaifah bin Yaman ia berkata, Rasulullah bersabda :Fitnah laki-laki pada keluarganya, hartanya, anaknya, tetangganya, dihapuskan oleh shalat, puasa dan sedekah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

h. Pintu syurga yang bernama Ar Rayyan bagi orang yang berpuasa
Dari Sahl dari Nabi bersabda :Sesungguhnya dalam syurga terdapat sebuah pintu yang bernama Ar Rayyan, orang-orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hariu kiamat, dan selain mereka tidak akan masuk melaluinya.
Dikatakan : Dimanakah orang-orang yang berpuasa? Maka mereka pun berdiri.
Dan selain mereka tidak akan memasukinya .
Maka jika orang-orang yang berpuasa sudah memasukinya ditutuplah pintu itu dan tidak seorangpun akan memasukinya, Dan barangsiapa yang telah masuk ia pasti minum dan barangsiapa yang minum ia tidak akan kehausan selamanya.
(Hadist riwayat Bukhari dan Muslim)

2. Keutamaan bulan Ramadhan
a. Bulan Al Qur’an
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. (Al Baqarah : 185)

b. Dibelenggunya Syaitan
Jika telah tiba bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu syurga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah syaitan-syaitan. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

c. Lailatul Qadr
Tersebut dalam pembahasa no 19

3. Wajibnya puasa Ramadhan
a. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka itulah yang lebih baik darinya.
Dari keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan diatas, Allah mewajibkan puasa Ramadhan atas kaum muslimiun, dan oleh karena memutuskan jiwa dari syahwatnya dan menutup jiwa dari keinginan-keinginan syahwat adalah perkara yang paling berat, maka diakhirkanlah wajibnya puasa Ramadhan hingga sampai tahun kedua hijriyah.

Dan tatkala hati-hati telah tertanam tauhid dan mengagungkan syiar-syiar Allah, maka dipindahkanlah hati dengan cara bertahap. Maka dimulailah awal kali dengan kebebasan memilih disertai anjuran untuk melaksakan puasa, karena dahulu puasa terasa berat oleh para sahabat,dahulu barangsiapa berkeinginan tidak berpuasa dan membayar fidyah maka ia melakukan hal itu, Allah berfirman :
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Al Baqarah : 184)

b. Karena itu barangsiapa hadir di negeri tempat tinggalnya pada bulan itu hendaknya ia berpuasa pada bulan itu. Lalu turunlah ayat sesudahnya menghapus hukum sebelumnya, dan mengabarkan tentang hal ini dua orang sahabat Nabi Abdullah bin Umar dan Salamah bin Al Aqwa (semoga Allah meridhai keduanya) :
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
(Al Baqarah : 185)

Dari Ibnu Abi Laila ia berkata : telah bercerita kepada kami sahabat-sahabat Nabi :Tatkala tiba bulan Ramadhan terasa berat hal ini oleh sahabat-sahabat Nabi, dahulu barangsiapa memberi makan setiap hari orang miskin ia meninggalkan puasa dan termasuk orang-orang yang berat menjalankannya, dan mereka diperbolehkan untuk melaksanakan seperti ini.
Maka dihapuslah hal itu dengan ayat :
Dan berpuasa lebih baik bagimu (Al Baqarah : 184)

Maka setelah itu puasa Ramadhan menjadi termsuk pondasi Islam, dan salah satu rukun dari rukun-rukun Agama, berdasarkan sabda Rasulullah :
Islam dibangun diatas lima perkara : Bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah, dan mendirikan shalat,menunaikan zakat, menunaikan haji ke ka’abah, dan berpuasa Ramadhan. (Bukhari dan Muslim)


 
 

Selasa, 2 September 2008 | 09:55 WIB Sukacita di bulan suci Ramadhan sempat terasa jauh dari keluarga Rosidah, pemulung yang mengais rejeki dengan mengumpulkan sampah botol dan kemasan plastik. Lihat saja, baru memasuki hari pertama puasa, Senin (1/9) kemarin, mereka tak banyak menemukan "harta karun" -nya.

Warga Kalibata yang sehari-harinya memulung di daerah Juanda hingga Sawah Besar ini mengaku tak dapat Mengumpulkan kemasan plastik seperti hari-hari kemarin. Biasanya, Rosidah yang ditemani tiga dari empat anaknya mampu memulung kemasan plastik hingga 5 kilogram. Namun, pada hari pertama puasa kemarin, 2 kilogram pun belum terkumpul.

Dengan harapan mendapat rejeki lebih, menjelang maghrib Rosidah bersama suaminya Supriyanto serta ketiga anaknya, Rudi (8), Satrio (5), dan Rosa (3) mendatangi Masjid Istiqlal. Keluarga ini mempunyai empat anak, tapi si sulung yang duduk di kelas 2 SMP, tak ikut karena harus sekolah. Sementara Rudi yang duduk di bangku kelas 3 SD masih bisa ikut karena sekolahnya libur di awal puasa.

"Hari ini sepi enggak ada Aqua (kemasan palstik air mineral-red). Jadi, siapa tahu aja di sini ada," ujar Rosidah ketika ditemui usai berbuka puasa di Masjid Istiqlal, kemarin.

Tapi yang namanya rejeki memang tak akan lari ke mana. Sepanjang bulan Ramadhan ini, Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal menyediakan makanan gratis bagi siapa saja yang mau datang untuk berbuka puasa bersama di Istiqlal. Menunya nasi kotak di dalam kemasan styrofoam serta kopi, teh, susu atau air mineral dalam kemasan gelas plastik.

Rosidah dan keluarga sebenarnya tak tahu bahwa ada buka puasa gratis di Istiqlal, jadi sambil tetap memulung mereka pun mendapat rejeki berupa makanan berbuka. Tak heran jika setelah tahu bahwa acara ini diadakan hingga hari terakhir Ramadhan, Rosidah sudah berniat untuk terus mengunjungi mesjid besar di kawasan Lapangan Banteng itu.

Benar saja, dugaan Rosidah pun terbukti. Setelah selesai berbuka, dalam waktu sekejap ketiga anaknya sudah memegang plastik-plastik besar berisikan kemasan gelas plastik. Sebelumnya, mereka 'bergerilya' dengan lincahnya menyusuri lorong-lorong lantai 1 masjid termegah di Indonesia itu.

Menurut Supriyanto, biasanya mereka menjual kemasan plastik dengan harga Rp 10.500 per kilogram, tapi sayang kini harganya turun drastis menjadi Rp 5.500 per kilogram. "Dari agennya udah begitu katanya. Enggak tahu kenapa," ujar Supriyanto yang baru saja di-PHK dari sebuah koperasi pertambangan enam bulan yang lalu.

Selain memulung kemasan plastik, Rosidah dan Supriyanto juga memulung kertas bekas. Biasanya mereka datang setiap hari ke sebuah agen perjalanan di Jalan Suryopranoto. Dari penghasilan mereka memulung kemasan plastik dan kertaslah mereka dapat membiayai hidup sehari-hari, dan bahkan menyekolahkan dua anaknya.