Menu:

 

Hasil pemindaian dengan mikroskop elektron memperlihatkan struktur tiga dimensi metamaterial yang dikembangkan para peneliti di Universitasl California Berkeley.


Senin, 11 Agustus 2008 | 22:46 WIB JAKARTA, SENIN - Keajaiban jubah milik Harry Potter yang dapat membuat pemakainya tak kelihatan telah menjadi kenyataan. Para ilmuwan telah mengembangkan metamaterial, material pintar yang akan mengarahkan setiap cahaya yang jatuh agar mengelilingi objek yang diselimutinya. Hal tersebut menyebabkan objek yang ada di balik jubah tak terlihat.

Untuk pertama kalinya, para peneliti di Universitas California Berkeley, AS membuat material tersebut dalam struktur tiga dimensi. Artinya, material tersebut kini sudah dapat dipakai untuk membuat jubah menghilang layaknya mirip Harry Potter untuk menyusuri lorong-lorong Hogwarts tanpa diketahui orang-orang di sekitarnya.   

"Dengan demonstrasi langsung dan elegan ini meningkatkan kemampuan kami untuk mengendalikan dan mengarahkan cahaya sebaik-baiknya," demikain kesimpulan hasil penelitian Xiang Zhang dan timnya yang akan dimuat dalam jurnal Nature dan Science edisi terbaru.

Material-material serupa yang dikembangkan sebelumnya baru sanggup dibuat dalam struktur dua dimensi yang sangat tipis dan hanya dapat dibuktikan melalui pada riset laboratorium. Tim peneliti lainnya sebelumnya menggunakan plasmons yang mengandung partikel-partikel bermuatan listrik di permukaan logam untuk menyerap cahaya yang jatuh.

Metamaterial yang dikembangkan di Universitas California membiarkan gelombang radio dan cahaya yang mengenainya untuk terus mengalir seperti aliran air di sekitar batuan yang menonjol di permukaan sungai. Material ini merupakan campuran logam dan keramik, teflon, atau serat komposit.

Cara kerjanya lebih canggih daripada teknologi pesawat siluman yang juga membelokkan gelombang ke sudut yang lebar sehingga sulit dikenali radar. Metamaterial membuat cahaya yang jatuh di atasnya selalu dibelokkan sehingga tak pernah memantul. Sebab, sesuai hukum fisika benda hanya terlihat oleh mata jika terdapat cahaya yang dipantulkan benda dan jatuh ke retina mata.

"Material tersebut dapat mengubah penjalaran gelombang elektromagnetik sehingga menghasilkan pantulan ke arah berlawanan," tulis para peneliti. Material tersebut telah direkayasa sehingga strukturnya memiliki sifat optis yang tidak ditemukan secara alami.

Cahaya tampak hanya salah satu gelombang yang dapat dikendalikan. Jika gelombang elektromagnetik, gelombang radio, inframerah dan sinar X juga dapat dikendalikan, teknologi tersebut sangat berguna untuk berbagai aplikasi dalam bidang teknologi informasi, kedokteran, hingga militer.

 
 

ditulis oleh Lianneke Gunawan dari berbagai sumber

Tahukah Anda bahwa tubuh kita membutuhkan asupan kalsium? Kalsium dibutuhkan terutama pada masa pertumbuhan anak serta dapat memperkuat tulang dan giginya. Kekurangan kalsium saat masa kanak-kanak dapat menipiskan tulangnya disaat anak memanjang (bertambah tinggi). Selain itu kekurangan kalsium dapat juga menyebabkan lengan bawah rentan patah, sebab secara alami lenganlah yang berfungsi menahan tubuh apabila terjatuh.

Pada masa bayi, bayi mendapatkan kalsium yang cukup saat minum ASI (Air Susu Ibu) atau susu formula. Begitu bayi tersebut tumbuh dan mulai makan makanan yang bersifat padat, konsumsi susunya akan menjadi agak menurun. ‘Kejahatan' terbesar anak adalah kebiasaan melewatkan sarapan plus minum minuman bersoda ketimbang susu. Bayangkan, riset membuktikkan bahwa anak sekarang minum soda sampai dua kali lipat lebih daripada minum susu. Akibat negatif lain dari kurangnya minum susu adalah anak tidak cukup mendapat vitamin D yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang.

Suatu studi membuktikan bahwa anak di atas usia satu tahun butuh sekitar 500 miligram (mg) kalsium per hari, sementara yang berumur antara empat dan delapan tahun memerlukan 800 mg. Kalsium dapat ditemukan pada:
1. Secangkir susu kedelai yang difortifikasi (diperkaya zat tertentu)
2. Aneka jus yang diperkaya kalsium
3. Susu sapi yang kandungannya mencapai 300 mg kalsium.
4. Secangkir yoghurt mengandung kalsium sebanyak 350 mg.
5. Selembar keju mengandung 200 mg kalsium.

Jika kalsium dari makanan kurang mencukupi, coba bicarakan dengan dokter Anda apakah dibutuhkan untuk mengonsumsi suplemen. Akhir kata, mari kita mulai hidup sehat dengan minum susu teratur!

 
 

Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu. Ia mengajak negara-nega-ra sedang berkembang (baru merdeka) bersatu. Pemimpin Besar Revolusi ini juga berhasil mengge-lorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI. Tokoh pencinta seni ini memiliki slogan yang kuat menggantungkan cita-cita setinggi bintang untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil makmur. Ideologi pembangunan yang dianut pria yang berasal dari keturunan bangsawan Jawa (Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, suku Jawa dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, suku Bali), ini bila dilihat dari buku Pioneers in Development, kira-kira condong menganut ideologi pembangunan yang dilahirkan kaum ekonom yang tak mengenal kamus bahwa membangun suatu negeri harus mengemis kepada Barat. Tapi bagi mereka, haram hukumnya meminta-minta bantuan asing. Bersentuhan dengan negara Barat yang kaya, apalagi sampai meminta bantuan, justru mencelakakan si melarat (negara miskin). Bagi Bung Karno, yang ketika kecil bernama Kusno, ini tampaknya tak ada kisah manis bagi negara-negara miskin yang membangun dengan modal dan bantuan asing. Semua tetek bengek manajemen pembangunan yang diperbantukan dan arus teknologi modern yang dialihkan — agar si miskin jadi kaya dan mengejar Barat — hanyalah alat pengisap kekayaan si miskin yang membuatnya makin terbelakang. Itulah Bung Karno yang berhasil menggelorakan semangat revolusi dan mengajak berdiri di atas kaki sendiri bagi bangsanya, walaupun belum sempat berhasil membawa rakyatnya dalam kehidupan yang sejahtera. Konsep “berdiri di atas kaki sendiri” memang belum sampai ke tujuan tetapi setidaknya berhasil memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa. Daripada berdiri di atas utang luar negeri yang terbukti menghadirkan ketergantungan dan ketidakberdayaan (noekolonialisme). Masa kecil Bung Karno sudah diisi semangat kemandirian. Ia hanya beberapa tahun hidup bersama orang tua di Blitar. Semasa SD hingga tamat, ia tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjut di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu ia pun telah menggembleng jiwa nasio-nalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, ia pindah ke Bandung dan me-lanjutkan ke THS (Technische Hooge-school atau Sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926. Kemudian, ia merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, si penjajah, menjebloskannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul ‘Indonesia Menggugat’, dengan gagah berani ia menelanjangi kebobrokan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas (1931), Bung Karno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, ia kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya, ia juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan ia berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik sangat hebat. Ia pun tak mau membubarkan PKI yang dituduh oleh mahasiswa dan TNI sebagai dalang kekejaman pembunuh para jenderal itu. Suasana politik makin kacau. Sehingga pada 11 Maret 1966 ia mengeluarkan surat perintah kepada Soeharto untuk mengendalikan situasi, yang kemudian dikenal dengan sebutan Supersemar. Tapi, inilah awal kejatuh-annya. Sebab Soeharto menggunakan Supersemar itu membubarkan PKI dan merebut simpati para politisi dan mahasiswa serta ‘merebut’ kekuasaan. MPR mengukuhkan Supersemar itu dan menolak pertanggungjawaban Soekarno serta mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kemudian Bung Karno ‘dipenjarakan’ di Wisma Yaso, Jakarta. Kesehatannya terus memburuk. Akhirnya, pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi ini meninggalkan 8 orang anak. Dari Fatmawati mendapatkan lima anak yaitu Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Dari Hartini mendapat dua anak yaitu Taufan dan Bayu. Sedangkan dari Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mendapatkan seorang putri yaitu Kartika. Orator Ulung Presiden pertama RI itu pun dikenal sebagai orator yang ulung, yang dapat berpidato secara amat berapi-api tentang revolusi nasional, neokolonialis-me dan imperialisme. Ia juga amat percaya pada kekuatan massa, kekuatan rakyat. “Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat,” kata Bung Karno, dalam karyanya ‘Menggali Api Pancasila’. Suatu ungkapan yang cukup jujur dari seorang orator besar. Gejala berbahasa Bung Karno merupakan fenomena langka yang mengundang kagum banyak orang. Kemahirannya menggunakan bahasa dengan segala macam gayanya berhubungan dengan kepribadiannya. Hal ini tercermin dalam autobiografi, karangan-karangan dan buku-buku sejarah yang memuat sepak terjangnya. Ia adalah seorang cen-dekiawan yang meninggal-kan ratusan karya tulis dan beberapa naskah dra-ma yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbit-kan dengan judul “Diba-wah Bendera Revolusi”, dua jilid. Jilid pertama boleh dikatakan paling menarik dan paling penting karena mewakili diri Soekarno sebagai Soekarno. Dari buku setebal kira-kira 630 halaman tersebut tulisan pertama yang bermula dari tahun 1926, dengan judul “Nasionalis-me, Islamisme, dan Marxisme” adalah paling menarik dan mungkin paling penting sebagai titik-tolak dalam upaya memahami Soekarno dalam gelora masa mudanya, seorang pemuda berumur 26 tahun. Di tengah kebesarannya, sang orator ulung dan penulis piawai, ini selalu membutuhkan dukungan orang lain. Ia tak tahan kesepian dan tak suka tempat tertutup. Di akhir masa kekuasaannya, ia sering merasa kesepian. Dalam autobio-grafinya yang disusun oleh Cindy Adams, Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat itu, bercerita. “Aku tak tidur selama enam tahun. Aku tak dapat tidur barang sekejap. Kadang-kadang, di larut malam, aku menelepon seseorang yang dekat denganku seperti misalnya Subandrio, Wakil Perdana Menteri Satu dan kataku, ‘Bandrio datanglah ke tempat saya, temani saya, ceritakan padaku sesuatu yang ganjil, ceritakanlah suatu lelucon, berceritalah tentang apa saja asal jangan mengenai politik. Dan kalau saya tertidur, maafkanlah.... Untuk pertama kali dalam hidupku aku mulai makan obat tidur. Aku lelah. Terlalu lelah.” Dalam bagian lain disebutkan, “Ditinjau secara keseluruhan maka jabatan presiden tak ubahnya seperti suatu pengasingan yang terpencil... Seringkali pikiran oranglah yang berubah-ubah, bukan pikiranmu... Mereka turut menciptakan pulau kesepian ini di sekelilingmu.” Anti Imperialisme Pada 17 Mei 1956. Bung Karno mendapat kehormatan menyampaikan pidato di depan Kongres Amerika Serikat. Sebagaimana dilaporkan New York Times (halaman pertama) pada hari berikutnya, dalam pidato itu dengan gigih ia menyerang kolonialisme. “Perjuangan dan pengorbanan yang telah kami lakukan demi pembebasan rakyat kami dari belenggu kolonialisme, telah berlangsung dari generasi ke generasi selama berabad-abad. Tetapi, perjuangan itu masih belum selesai. Bagaimana perjuangan itu bisa dikatakan selesai jika jutaan manusia di Asia maupun Afrika masih berada di bawah dominasi kolonial, masih belum bisa menikmati kemerdekaan?” pekik Soekarno ketika itu. Hebatnya, meskipun pidato itu dengan keras menentang kolonialisme dan imperialisme, serta cukup kritis terhadap negara-negara Barat, ia mendapat sambutan luar biasa di Amerika Serikat (AS). Pidato itu menunjukkan konsistensi pemikiran dan sikap-sikap Bung Karno yang sejak masa mudanya antikolonialisme. Terutama pada periode 1926-1933, semangat antikolonialisme dan anti-imperialisme itu sudah jelas dikedepankannya. Sangat jelas dan tegas ingatan kolektif dari pahitnya kolonialisme yang dilakukan negara asing yang kaya itu. Namun, kata dan fakta adalah dua hal yang berbeda, dan tak jarang saling bertolak belakang. Soekarno dan para penggagas nasionalisme lainnya dipaksa bergulat di antara “kata” dan “fakta” politik yang dicoba dirajut namun ternyata tidak mudah, dan tak jarang menemui jalan buntu. Soekarno yang rajin berkata-kata, antara lain mengenai gagasan besarnya menyatukan kaum nasionalis, agama dan komunis (1926) menemukan kenyataan yang sama sekali bertolak belakang, ketika ia mencobanya menjadi fakta. Begitu pula gagasan besarnya yang lain: marhaenisme, atau nasionalisme marhaenistis, yang matang dikonsepsikan pada tahun 1932. Bahkan, gagasannya mengenai Pancasila. Tokoh Kontroversial Sebagai sosok yang memiliki prinsip tegas, Bung Karno kerap dianggap sebagai tokoh kontroversial. Maka tak heran jika dia memiliki lawan maupun kawan yang berani secara terang-terangan mengritik maupun membela pandangannya. Di mata lawan-lawan politiknya di Tanah Air, ia dianggap mewakili sosok politisi kaum abangan yang “kurang islami”. Mereka bahkan menggolongkannya sebagai gembong kelompok “nasionalis sekuler”. Akan tetapi, di mata Syeikh Mahmud Syaltut dari Cairo, penggali Pancasila itu adalah Qaida adzima min quwada harkat al-harir fii al-balad al-Islam (Pemimpin besar dari gerakan kemerdekaan di negeri-negeri Islam). Malahan, Demokrasi Terpimpin, yang di dalam negeri diperdebatkan, justru dipuji oleh syeikh al-Azhar itu sebagai, “lam yakun ila shuratu min shara asy syuraa’ allatiy ja’alha al-Qur’an sya’ana min syu’un al-mu’minin” (tidak lain hanyalah salah satu gambaran dari permusyawaratan yang dijadikan oleh Al Quran sebagai dasar bagi kaum beriman). Tatkala memuncak ketegangan antara Israel dan negara-negara Arab soal status Palestina ketika itu, pers sensasional Arab menyambut Bung Karno, “Juara untuk kepentingan-kepentingan Arab telah tiba”. Begitu pula, Tahta Suci Vatikan memberikan tiga gelar penghargaan kepada presiden dari Republik yang mayoritas Muslim itu. Memang, pembelaan Bung Karno terhadap kaum tertindas tidak hanya untuk negerinya namun juga negeri lain. Itulah sebabnya, mengapa ia dipuja habis oleh bangsa Arab yang tengah menghadapi serangan Israel kala itu. Bung Karno dianggap sebagai pemimpin kaum Muslim. Padahal, di dalam negeri sendiri ia kerap dipandang lebih sebagai kaum abangan daripada kaum santri. Sebenarnya, seberapa religiuskah Bung Karno? Bukankah ia juga dalam konsepsi Pancasila merumuskan sila Ketuhanan Yang Maha Esa? Sila yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan mengakui lima agama. Bagaimana mungkin merangkum visi lima agama itu dalam satu kalimat yang mendasar itu kalau si pembuat kalimat tidak memahami konteks kehidupan beragama di Indonesia secara benar? Dalam hal ini elok dikutip pendapat Clifford Geertz Islam Observed (1982): “Gaya religius Soekarno adalah gaya Soekarno sendiri.” Betapa tidak? Kepada Louise Fischer, Bung Karno pernah mengaku bahwa ia sekaligus Muslim, Kristen, dan Hindu. Di mata pengamat seperti Geertz, pengakuan semacam itu dianggap sebagai “bergaya ekspansif seolah-olah hendak merangkul seluruh dunia”. Sebaliknya, ungkapan semacam itu-pada hemat BJ Boland dalam The Struggle of Islam in Modern Indonesia (1982)- “hanya merupakan perwujudan dari perasaan keagamaan sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya Jawa”. Bagi penghayatan spiritual Timur, ucapan itu justru “merupakan keberanian untuk menyuarakan berbagai pemikiran yang mungkin bisa dituduh para agamawan formalis sebagai bidah”. Sistem Politik Soekarno memiliki pandangan mengenai sistem politik yang didukungnya adalah yang paling “cocok” dengan “kepribadian” dan “budaya” khas bangsa Indonesia yang konon mementingkan kerja sama, gotong-royong, dan keselarasan. Dalam retorika, ia mengecam “individualisme” yang katanya lahir dari liberalisme Barat. Individualisme itu melahirkan egoisme, dan ini terutama dicerminkan oleh pertarungan antarpartai. Lalu ia mencetuskan Demokrasi Terpimpin. Dalam berpolitik Soekarno mementingkan politik mobilisasi massa, ia bersimpati pada gerakan-gerakan anti-imperialisme, dan mungkin sebagai salah satu konsekuensinya, penerimaannya pada Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai aktor politik yang sah, pendukung konsepsi demokrasi terpimpin. Jadi ia mencanangkan sistem politik yang berwatak anti-liberal dan curiga pada pluralisme politik. Ia mementingkan “persatuan” demi “revolusi”. Pada tahun 1950-an, Indonesia memang ditandai oleh ketidakstabilan politik yang disebabkan oleh sistem demokrasi parlementer. Sistem ini bersifat sangat liberal, dan didominasi oleh partai-partai politik yang menguasai parlemen. Pemilu 1955-yang dimenangkan empat kekuatan besar, Masyumi, Partai Nasional Indonesia (PNI), Nahdlatul Ulama (NU) serta PKI- hingga kini masih dianggap sebagai pemilu paling bebas dan bersih yang pernah dilaksanakan sepanjang sejarah Indonesia. Namun, di sisi lain dari sistem parlemen yang dikuasai partai itu adalah sering jatuh bangunnya kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri. Selain itu, sejarah juga mencatat bahwa integritas nasional terus-menerus diancam oleh berbagai gerakan separatis, yakni DI/TI, PRRI/Permesta, dan sebagainya. Kenyataan ini membuat Soekarno makin curiga pada partai politik karena dia menganggap Masyumi, dan juga PSI, terlibat dalam beberapa pemberontakan daerah. Kemudian, Soekarno mendekritkan kembalinya Indonesia pada UUD 1945 karena kegagalan Konstituante untuk memutuskan UUD baru untuk Indonesia, akibat perdebatan berlarut-larut, terutama antara kekuatan nasionalis sekuler dan kekuatan Islam mengenai dasar negara. ► e-ti/crs, dari berbagai sumber *** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 
 

Selasa, 29 Juli 2008 | 09:27 WIB WASHINGTON, SELASA - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, bila AS memilih pendekatan baru terhadap negaranya, Teheran akan merespons secara positif.

Hal ini dikatakan Ahmadinejad dalam sebuah wawancara dengan televisi AS, Senin (28/7) atau Selasa waktu Indonesia. "Saat ini kami menyaksikan tingkah laku baru yang diperlihatkan para pejabat AS. Pertanyaan saya adalah, apakah tingkah laku seperti itu menunjukkan suatu pendekatan baru?" katanya.

"Dengan kata lain, saling menghormati, kerja sama, dan keadilan? Atau apakah pendekatan ini merupakan kelanjutan konfrontasi dengan rakyat Iran, namun dalam penyamaran baru?" kata Ahmadinejad dari Teheran lewat penerjemah di ruang kerja presiden.
    
"Jika tingkah laku AS itu mewakili perubahan penyamaran, kami akan menghadapi suatu situasi baru dan respons rakyat Iran akan menjadi positif," kata Ahamadinejad.
    
Komentar Ahamdinejad itu disampaikan sehari setelah AS mengambil suatu langkah yang tidak biasa dengan mengirim seorang diplomat senior untuk bertemu dengan ketua juru runding Iran pada pertemuan di Geneva mengenai perselisihan program nuklir Iran.
    
Wawancara itu dilakukan menyusul taklimat Ahmadinejad pada Sabtu bahwa Iran telah menambah jumlah mesin pemisah pengayaan uranium menjadi 6.000, dalam perluasan program nuklirnya yang menimbulkan desakan internasional untuk menghentikannya.
    
Iran menghadapi tiga sanksi Dewan Keamanan PBB akibat penolakannya  untuk membekukan pengayaan uranium, yang membuat bahan bakar nuklir, juga bahan dasar untuk bom atom.
    
Ahmadinejad kembali menegaskan dalam wawancara itu bahwa Teheran tidak ingin membuat senjata-senjata nuklir. "Kami tidak sedang membuat pabrik bom. Kami tidak percaya pada bom nuklir," katanya ketika ditanya apakah Iran ingin menjadi suatu kekuatan nuklir.
    
Sejarah memperlihatkan bahwa memiliki senjata nuklir tidak membantu negara lain dengan tujuan-tujuan politiknya, ujarnya. "Bom nuklir milik abad 20. Kita sedang hidup di abad baru," katanya.
    
"Energi nuklir sangat bermanfaat, dan itu jalan yang sangat jelas. Semua negara ingin memilikinya. Bom nyata-nyata merupakan sesuatu yang sangat buruk. Tidak seorang pun ingin memiliki bom semacam itu," katanya.
    
Sementara itu, Gedung Putih meragukan suara bernada rujuk dari Ahmadinejad itu. "Kerena itu, saya kira kami semua perlu mempertimbangkan ini dengan penuh keraguan," kata juru bicara Dana Perino.
    
Negara-negara besar dunia, yang prihatin bahwa Iran sedang membangun proyek nuklir rahasia, telah menawarkan dimulainya kembali perundingan bila Teheran tidak menginginkan sanksi lebih lanjut, jika Iran tidak menambah lagi mesin pemisah pengayaan uranium.
    
Negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB—Inggris, China, Perancis, Rusia, dan AS—ditambah Jerman telah mengajukan suatu usul kepada Iran, yang mencakup insentif perdagangan dan bantuan program nuklir sipil dengan imbalan pembekuan pengayaan.


 
 

Rabu, 16 Juli 2008 | 18:32 WIB JAMBI, RABU - Upaya perdagangan kulit dan tulang belulang harimau sumatera (panthera tigris sumatrae), digagalkan tim Kepolisian Kota Besar Jambi dan Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat atau SPORC Jambi, Rabu (16/7). Pemiliknya, MI, kini menjadi tersangka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Poltabes Komisaris Polisi, Leo Simatupang, mengemukakan, pihaknya mendapat informasi ada pelaku perdagangan satwa liar yang membawa kulit dan tulang belulang harimau sumatera yang diawetkan dari kawasan hutan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin ke Kota Jambi. Bersama tim SPORC, sekitar 15 aparat langsung menggrebek lokasi tempat penyimpanan satwa liar tersebut, yang merupakan sebuah rumah kos-kosan di Lorong Kerinci, Telanaipura, Kota Jambi, sekitar pukul 13.00 WIB.

"Dari tersangka, kami dapati dirinya baru saja membawa dan menyimpan satu lembar besar kulit harimau, lengkap dengan tulang-belulangnya. Kami perkirakan harimau ini belum lama menjadi korban ofset untuk diperdagangkan," ujar Leo.

Sejauh ini, belum dapat diketahui kemana kulit dan tulang harimau akan dijual. Menurut informasi yang diperoleh Kompas, MI kini ditahan dan seluruh barang bukti diamankan di Detasemen Polisi Militer. Kepala Denpom Jambi Mayor Nurdin yang dihubungi melalui selulernya, mengatakan dirinya belum mengetahui adanya oknum aparat yang terlibat dalam perdagangan ofset harimau sumatera. "Saya masih berada di luar kota, belum mengetahui informasi ini," tutur Nurdin.

Panthera tigris sumatrae atau harimau sumatera dinyatakan berstatus critically endangered atau mendekati kepunahan oleh World Conservation Union. Populasi dan habitat harimau sumatera diperkirakan tak sampai dari 400 ekor lagi . Seratus ekor di antaranya bertempat tinggal di luar hutan lindung, sehingga kelangsungan hidupnya tidak akan bertahan lama.

Pulau Sumatera merupakan pemasok utama dalam perdagangan harimau ke pasar internasional. Lembaga monitoring jaringan perdagangan satwa liar, Traffic, pernah mensurvey 28 kota di Indonesia. Hasilnya, ditemukan penjualan bagian-bagian tubuh harimau pada sejumlah toko suvenir, toko barang antik, toko obat tradisional Asia, serta pasar hewan di sembilan kota. Bagian-bagian yang diperjualbelikan terbanyak adalah cakar, gigi taring, potongan kulit, dan tulang belulang.  

Selama tahun 1996-2006, tim survey juga menemukan antara lain 100 kilogram tulang harimau asal Sumatera dikirim ke Korea Selatan, tahun 1996. Ditemukan pula 140 kg tulang d an tengkorak harimau disita di Taiwan, Tahun 2005.


 
 

Senin, 9 Juni 2008 | 23:43 WIB JAKARTA, SENIN - Pergeseran es dalam volume besar di kutub ternyata dapat memicu gempa yang getarannya menyebar hingga ratusan kilometer. Jenis gempa yang tidak dipicu aktivitas lempeng tektonik atau gunung berapi ini terjadi beberapa kali di Antartika.

Gempa ditunjukkan rekaman jaringan seismograf yang dipasang Douglas Wiens dari Universitas Washington, AS dan timnya di sekitar Kutub Selatan. Sinyal aktivitas seismik terekam tahun 2001 dan 2003.

"Awalnya kami tidak tahu dari mana asal gelombang tersebut, namun akhirnya kami dapat mendeteksi bahwa sumbernya dari gerakan es," ujar Wiens yang melaporkannya dalam jurnal Nature edisi terbaru. Ia mengatakan kekuatan gempa yang dipicu gerakan es ini sangat besar karena setara dengan gempa tektonik dengan skala 7.

 


WAH
Sumber : LIVESCIENCE


 
 

Jumat, 4 Juli 2008 | 12:05 WIB LOS ANGELES, JUMAT - Para ilmuwan yang terlibat dalam proyek peluncuran wahana Phoenix Mars Lander ketar-ketir. Sebab, kesempatan untuk memeriksa sampel tanah Mars untuk membuktikan ada tidaknya es mungkin tinggal sekali lagi.
 
Pada pemeriksaan pertama mereka  tidak menemukan jejak air. Sampel tanah yang diambil terpanggang lama di permukaan Mars karena terlalu menggumpal untuk masuk ke dalam ruang instrumen pemanggang. Selain itu, terjadi korsleting pada instrumen tersebut sehingga tidak bekerja beberapa saat.

Percobaan kedua akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Kali ini partikel-partikel sampel tanahnya tidak hanya ideal dari segi ukuran, tapi juga berasal dari lubang galian yang diduga kuat mengandung es. Sampel tanah diambil dari lokasi pengerukan yang disebut Snow White.

Namun, percobaan kedua tak kalah tegang. Para insinyur NASA mengatakan, korsleting pada instrumen pemanggang yang terjadi beberapa hari setelah wahana mendarat mungkin terjadi lagi. "Sejak saat itu tidak ada alasan untuk mengabaikan kemungkinan yang sama. Kami melakukan penanganan sangat konservatif dan hati-hati pada sampel berikutnya," ujar Peter Smith, ilmuwan dari Universitas Arizona, AS, yang mengetuai misi Phoenix.

Phoenix membawa delapan oven sekali pakai yang digunakan untuk memeriksa jejak es, material organik, dan senyawa yang mendukung kehidupan. Instrumen pada oven pertama gagal mendeteksi kandungan air. Oven kedua akan dipakai minggu depan.

Meski ada risiko penggunaan oven kedua juga akan gagal, para insinyur NASA tetap mempersiapkan skenario pada oven lainnya. Mereka akan melakukan reka ulang di laboratorium untuk mencoba teknik agar oven-oven tersebut tetap bekerja baik. Selain itu, akan dipastikan cara tercepat memindahkan sampel sebelum es menguap dari sampel tanah. Jika semua usaha tersebut gagal, hanya kebruntungan untuk dapat "menjilat" es di Mars.


 
First Post! 07/21/2008
 
Start blogging by creating a new post. You can edit or delete me by clicking under the comments. You can also customize your sidebar by dragging in elements from the top bar.